Surat At-Taubah Ayat 103 خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٠٣ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Attaubah : 103)
Ayat ini menjadi dasar penting tentang kewajiban zakat dan anjuran mendoakan orang yang menunaikannya.
Penjelasan dalam Beberapa Kitab Tafsir
1️ Tafsir Ibnu Katsir
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ فُلاَنٍ
Ibnu Katsir menegaskan bahwa doa amil atau imam kepada muzakki adalah sunnah berdasarkan ayat ini.
2️ Tafsir Al-Qurthubi
“Jazakallahu khairan” atau doa keberkahan.
3️ Tafsir At-Thabari
At-Thabari menekankan bahwa doa pemimpin/amil merupakan bentuk dukungan spiritual dan pengakuan atas ketaatan mereka.
Makna “Zakat Membersihkan dan Disertai Doa”
Dari tafsir-tafsir tersebut dapat disimpulkan:
Hadis tentang Zakat yang Tidak Didoakan “Tergantung antara Langit dan Bumi”
Ada riwayat yang populer di masyarakat :
إنَّ الصَّدَقَةَ لَتَقَعُ فِي يَدِ اللهِ قَبْلَ أنْ تَقَعَ فِي يَدِ السَّائِلِ وَإِنَّهَا لَتَكُوْنُ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى يُدْعَى لِصَاحِبِهَا
Artinya : “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar jatuh ke ‘tangan’ Allah sebelum jatuh ke tangan orang yang meminta. Dan sesungguhnya ia berada di antara langit dan bumi sampai didoakan untuk pemberinya.”
Catatan :
Ungkapan “di tangan Allah” bukan bermakna fisik, tetapi menunjukkan bahwa:
Ø Sedekah itu diterima dan dimuliakan oleh Allah.
Ø Allah langsung membalas dan memperhatikannya sebelum sampai kepada penerima.
Namun redaksi yang lebih masyhur adalah:
إنَّ الزَّكَاةَ لَتَقَعُ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَلاَ تُرْفَعُ إِلَى اللهِ حَتَّى يُدْعَى لِصَاحِبِهَا
Artinya: “Sesungguhnya zakat itu benar-benar berada di antara langit dan bumi, dan tidak diangkat kepada Allah sampai didoakan untuk pemberinya.”
Perawi dan Sumbernya
Hadits ini diriwayatkan dari:
Diriwayatkan oleh:
Status Hadits
Para ulama ahli hadits menilai riwayat ini:
Sebagian ulama seperti Al-Haythami dalam Majma‘ az-Zawa’id menyebutkan bahwa di dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak kuat.
Penjelasan lebih rinci menurut mazhab-mazhab fikih tentang hukum mendoakan muzakki berdasarkan QS. At-Taubah: 103.
Dasar Umum
Allah berfirman dalam QS. At-Taubah: 103: “…wa shalli ‘alaihim, inna shalâtaka sakanun lahum…”. “...dan doakanlah mereka, sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka.”
Mayoritas ulama menjadikan ayat ini sebagai dalil bahwa mendoakan muzakki adalah disyariatkan. Perbedaan muncul pada: apakah hukumnya wajib atau sunnah?
1. Mazhab Syafi’i
Rujukan : Kitab Al-Umm Imam An-Nawawi
Pendapat:
Dalil dan penjelasan:
Imam Syafi’i memahami perintah “wa shalli ‘alaihim” sebagai:
Imam An-Nawawi menegaskan bahwa doa itu sunnah berdasarkan praktik Nabi ﷺ, misalnya : “Allahumma shalli ‘ala Âli Abi Aufa”. Namun jika tidak didoakan, zakat tetap sah dan tidak berdosa.
2. Mazhab Hanafi
Rujukan : Kitab Al-Hidayah Imam Abu Hanifah
Pendapat:
Mazhab Hanafi menekankan bahwa : Perintah dalam ayat tersebut khusus untuk Nabi ﷺ. Setelah beliau wafat, hukumnya menjadi anjuran.
Hanafiyah melihat bahwa tujuan doa adalah : Memberi ketenangan dan Menguatkan ukhuwah sosial.
3. Mazhab Maliki
Rujukan : Kitab Al-Mudawwanah Imam Malik
Pendapat:
Mazhab Maliki menekankan bahwa doa tersebut:
4. Mazhab Hanbali
Rujukan: Kitab Al-Mughni Ibnu Qudamah
Pendapat:
Sebagian riwayat dalam mazhab Hanbali menyebutkan:
Kesimpulan Fikih
Dasar Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى.رواه البخاري ومسلم
Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu: “Adalah Nabi ﷺ apabila suatu kaum datang membawa zakat mereka, beliau mengucapkan: Allahumma shalli ‘alaihim.”
Ketika keluargaku datang membawa zakat, beliau bersabda: “Allahumma shalli ‘ala Âli Abi Aufa.” (HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)
Hadis ini menjadi dasar utama anjuran doa bagi muzakki.
Lafaz-Lafaz Doa yang Dianjurkan
1️ Doa Ringkas (berdasarkan hadis sahih)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ فُلاَن
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Fulan.”
Ini adalah lafaz paling kuat riwayatnya karena langsung dari praktik Nabi ﷺ.
2️ Lafaz Umum yang Disebut Para Fuqaha
Disebut dalam kitab-kitab fikih seperti:
Para ulama menjelaskan bahwa doa tidak harus kaku, boleh dengan lafaz yang baik dan bermakna keberkahan.
Contoh lafaz:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِيْمَا أَعْطَى وَبَارِكْ لَهُ فِيْمَا أَبْقَى
“Ya Allah, berkahilah apa yang ia berikan dan berkahilah apa yang masih ia miliki.”
3️ Doa yang Mengandung Permohonan Penyucian
Sebagian ulama menganjurkan doa yang selaras dengan ayat:
اَللَّهُمَّ طَهِّرْهُ وَزَكِّهِ
“Ya Allah, bersihkan dan sucikanlah dia.”
Karena ayat menyebutkan fungsi zakat sebagai: tuthahhiruhum wa tuzakkīhim bihā (membersihkan dan menyucikan mereka).
4️ Doa dari Mustahiq kepada Muzakki
Menurut penjelasan ulama Syafi’iyah dan Hanabilah:
Jika zakat diberikan langsung kepada fakir miskin, maka mustahiq juga dianjurkan mendoakan.
Contoh doa:
جَزَاكَ اللّهُ خَيْرًا وَبَارَكَ اللّهُ فِي مَالِكَ
“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan memberkahi hartamu.”
Semoga bermanfaat.
Mengaji Bersama Imam Al-Ghazali Menyelami Lautan Makna di Balik Puasa Ramadhan Oleh: Ahmad Rofi’Usmani Assalaam
KHUTBAH IDUL FITRI ; OASE FITRAH: MENEMUKAN KEAGUNGAN ILAHI DALAM CERMIN PERSAUDARAAN Sebuah Risalah Ruhani tentang Hakikat Kebersamaan Oleh Habib Syarief Muhammad Al Aydrus Assalaam
Istilah-istilah dalam Ibadah Haji Assalaam
Do'a Niat Mandi Sunnah dan Shalat Sunnah Ihram dalam Ibadah Haji Assalaam
Ziarah Sekitar Masjidil Haram Assalaam
Catatan Perjalan Ibadah Haji 2025 : ARMUZNA Rangkaian Suci Puncak Ibadah Haji Assalaam
Posisi Terhormat Ibu Dalam Konsep Islam Assalaam
Haji 2025 Tak Lagi Seragam: Ketika Satu Kloter Terbelah Karena Syarikah Assalaam
Marhaban Ya Ramadhan : Oleh KH. Lukman Hakim Assalaam
"Menuju Haji Mabrur dengan Bimbingan Terarah" Assalaam
“Menepi Sejenak di Tanah Cinta: Saat Hati Bertemu Cahaya Nabawi” Assalaam
Tandatangani MoU, Indonesia akan Berangkatkan 221 Ribu Jemaah pada Operasional Haji 2025 : 12 Jan 2025 ; oleh Mustarini Bella Vitiara Assalaam
Belajar dari Unta: Makna dan Hikmah dari Keberadaannya Assalaam
7 Amal Sholeh dengan Pahala Seperti Haji dan Umrah Assalaam
RAMADHAN PERGI, RABB TETAP ABADI Oleh KH. Lukman Hakim Assalaam
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.
Terima & LanjutkanPerlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR