Umrah & Keberkahan Ramadhan di Masjidil Haram [KH. Lukman Hakim]

  • Assalaam
  • H. Muttaqien
  • 81
...

Ramadhan adalah bulan ketika waktu seakan melambat, dan jiwa dipanggil untuk pulang. Di antara seluruh tempat di muka bumi, Masjidil Haram menjadi pusat magnet ruhani yang paling kuat, tempat di mana kerinduan manusia kepada Tuhannya menemukan bahasa yang paling jujur. Ketika umrah dilaksanakan di bulan Ramadhan, ibadah itu tidak lagi sekadar rangkaian manasik, melainkan sebuah perjalanan sufistik, sebuah safar batin menuju kesadaran tauhid yang mendalam. Ruang dan waktu bertemu dalam satu simpul kesucian; bumi dan langit seakan saling mendekat dalam irama zikir yang tak terputus.

Dalam tradisi tasawuf, ibadah tidak diukur dari banyaknya gerakan, melainkan dari kedalaman kehadiran hati. Maka umrah di bulan Ramadhan, terlebih di Masjidil Haram, adalah pertemuan antara ruang suci, waktu suci, dan jiwa yang tengah dibersihkan oleh lapar, dahaga, dan rindu. Puasa melunakkan ego, menipiskan tabir kesombongan, dan membuat hati lebih peka terhadap getaran ilahi. Setiap langkah menuju Ka’bah terasa seperti langkah menuju pusat diri, tempat di mana seorang hamba menyadari betapa kecilnya ia di hadapan kebesaran-Nya.

Ka’bah bukan sekadar bangunan batu hitam yang dibalut kiswah. Dalam pandangan sufistik, ia adalah simbol pusat kesadaran tauhid, titik di mana segala orientasi kembali kepada Dzat Yang Maha Esa. Para sufi menyebutnya qiblat al-ajsad (kiblat jasad), sementara hati manusia adalah qiblat al-arwah (kiblat ruh). Ketika ribuan manusia thawaf mengelilingi Ka’bah, tergambar satu kenyataan hakiki: seluruh makhluk sedang bergerak mengitari kehendak Allah, sadar ataupun tidak. Thawaf menjadi pelajaran kosmik bahwa hidup bukan tentang menjadi pusat, tetapi tentang mengelilingi Yang Maha Pusat dengan kepatuhan dan cinta.

Setiap rukun umrah menyimpan makna batin yang dalam. Ihram bukan sekadar dua helai kain putih, melainkan simbol pelepasan identitas duniawi—gelar, jabatan, kebanggaan, bahkan luka masa lalu. Ia adalah latihan fana’, lenyapnya ego di hadapan keagungan Ilahi. Thawaf menjadi zikir dengan tubuh; setiap putaran adalah pengakuan sunyi bahwa “Aku bukan apa-apa, dan Engkau adalah Segalanya.” Sa’i antara Shafa dan Marwah menggambarkan perjalanan manusia antara harap dan cemas, antara doa dan usaha, antara kepasrahan dan ikhtiar. Tahallul pun menjadi isyarat kelahiran diri yang baru, jiwa yang lebih ringan karena telah menanggalkan kesombongan.

Malam-malam Ramadhan di Masjidil Haram menghadirkan pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan oleh logika. Ribuan tangan terangkat dalam doa, jutaan air mata jatuh tanpa komando. Dalam perspektif sufistik, inilah momen tajalli—manifestasi rahmat Allah yang melimpah ke dalam kesadaran kolektif umat. Shalat tarawih dan qiyamul lail bukan sekadar ritual, melainkan dialog intim antara hamba dan Rabb-nya. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menembus relung jiwa, mengguncang hati yang keras, dan melembutkan jiwa yang letih. Di sanalah seorang hamba belajar mendengar dengan hati, bukan sekadar dengan telinga.

Keberkahan Ramadhan di Masjidil Haram tidak selalu hadir dalam bentuk ekstase yang menggetarkan. Kadang ia hadir sebagai ketenangan yang hening, rasa cukup yang sederhana, atau kesadaran mendalam bahwa hidup ini fana. Barakah bukanlah semata tambahan materi, melainkan kedalaman makna dan kejernihan pandangan. Umrah di bulan Ramadhan mengajarkan bahwa perjalanan sejati bukan dari rumah ke Makkah, tetapi dari ego menuju keikhlasan, dari lalai menuju hadir, dari merasa mampu menuju berserah. Mereka yang pulang membawa hati yang lebih lembut, lisan yang lebih terjaga, dan jiwa yang lebih tunduk, itulah yang sejatinya membawa oleh-oleh keberkahan. Semoga setiap thawaf menjadi langkah pulang, dan setiap doa di bawah langit Masjidil Haram menjadi jembatan menuju kedekatan sejati dengan Allah Yang Maha Pengasih.


Lainnya

Cookie Consent


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.

Terima & Lanjutkan

Perlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR