TIS dan TID: Bekal Ruhani Menuju Tanah Suci ; oleh Habib Syarief Muhammad Al Aydrus

  • Assalaam
  • H. Muttaqien
  • 5
...

Pada acara Bimbingan Manasik Terakhir Jamaah Calon Haji KBIHU Assalaam yang dilaksanakan pada hari Minggu, 19 April 2026 di Aula SD Assalaam, suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti seluruh jamaah. Momentum terakhir sebelum keberangkatan ini menjadi saat yang sangat berharga untuk menerima nasihat, arahan, dan bekal ruhani. Dalam kesempatan tersebut, Pa Habib Syarief Muhammad Al Aydrus menyampaikan pesan-pesan mendalam yang menjadi pedoman penting bagi para calon tamu Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, Pa Habib Syarief Muhammad Al Aydrus menyampaikan pesan-pesan berharga yang sarat makna. Beliau memberikan bekal ruhani melalui dua rangkaian singkatan sederhana namun mendalam, yaitu TIS dan TID. Pesan ini diharapkan menjadi pegangan hidup sekaligus pedoman ibadah bagi seluruh jamaah calon haji KBIHU Assalaam.

TIS terdiri dari Tawakal, Ikhlas, dan Sabar. Tiga sifat ini sangat penting dimiliki oleh setiap jamaah haji, karena perjalanan ibadah haji bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga kekuatan hati. Dengan memegang prinsip TIS, jamaah akan lebih siap menghadapi berbagai keadaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Tawakal berarti menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh. Jamaah harus percaya bahwa setiap perjalanan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama ibadah berada dalam kuasa Allah. Dengan tawakal, hati menjadi tenang, pikiran lebih jernih, dan langkah terasa ringan.

Ikhlas adalah niat suci dalam menjalankan ibadah semata-mata karena Allah SWT. Keberangkatan haji hendaknya tidak dilandasi keinginan dipuji atau kebanggaan duniawi. Jika hati dipenuhi keikhlasan, maka seluruh pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya akan bernilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT.

Sabar merupakan sifat mulia yang sangat dibutuhkan selama berhaji. Jamaah akan menghadapi cuaca panas, antrean panjang, kepadatan manusia, dan berbagai ujian lainnya. Dengan kesabaran, seseorang mampu menjaga lisan, menahan emosi, serta tetap fokus dalam menyempurnakan ibadah.

Adapun TID terdiri dari Taubat, Ibadah, dan Doa. Taubat mengajarkan jamaah untuk membersihkan diri dari dosa-dosa sebelum berangkat, memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Ibadah berarti memperbanyak amal saleh, dzikir, shalat, membaca Al-Qur’an, dan menjaga adab selama perjalanan haji.

Terakhir, Doa adalah kekuatan terbesar seorang mukmin. Jamaah dianjurkan memperbanyak doa sejak persiapan keberangkatan, selama di Makkah dan Madinah, hingga kembali ke tanah air. Semoga seluruh jamaah calon haji KBIHU Assalaam diberikan kesehatan, kelancaran, keselamatan, serta memperoleh haji yang mabrur. Pesan TIS dan TID dari Pa Habib Syarief Muhammad Al Aydrus menjadi nasihat indah yang layak dijaga dan diamalkan sepanjang hayat.


Lainnya

Cookie Consent


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.

Terima & Lanjutkan

Perlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR