PUASA MEMBERIKAN SYAFA’AT (PENOLONG) Oleh: Zaenal Asikin (Pembimbing Haji & Umroh)

  • Assalaam
  • H. Muttaqien
  • 3
...

Sabda Nabi Muhammad SAW, ; اَلصِّيَامُ وَالْقُرْأنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ فَيَقُوْلُ الصِّيَامُ. اَيْ رَبِّ,اِنِّــيْ مَنَعْتُهُ الطَعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ,فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ, وَيَقُوْلُ الْقُرْأنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِيْ ,فِيْهِ فَيُشَفَّعَانِ Puasa dan al-Qur’an akan memberi pembelaan (syafaat) kepada sang hamba di hari kiamat.

Puasa akan berkata ‘wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat, maka izinkanlah aku memberi syafaat”

Al-qur’an pun berkata : aku telah menghalangi dari tidur dimalam hari, maka izinkan aku memberinya syafaat, maka keduanyapun di beri izin untuk memberikan syafaat.

Apa itu syafaat ?

Syafa’at berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak madharat, yakni pemberi syafaat itu memberikan manfaat kepada orang yang diberi syafaat atau menolak madharat untuknya.

Syafaat mempunyai tiga syarat:

Pertama, Allah meridhai orang yang memberi syafaat.

Kedua, Allah meridhai orang yang diberi syafaat.

Ketiga, Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberi syafaat.

Syarat-syarat di atas secara global dijelaskan Allah dalam firman-Nya,

Puasa yang seperti apa? Tidak hanya menahan lapar dan dahaga

Rasulullah Salallahu'alaihiwassalam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [Muttafaqun ‘alaih]

Puasa, menuju perubahan kondisi dan kepribadian yang lebih baik,

1. Tidak mudah tergoda

2. Sabar

3. Memikirkan efek amal perbuatannya

4. Berfikir ada yang selalu mengawasinya,

5. Hatinya bergetar jika melihat kedzaliman

6. Bagi pelaku puasa, semua orang sama di hadapan Allah, kecuali yang bertaqwa, inna akromakum ingdalloohi atqookum.

Itulah puasa yang sesungguhnya.

Supaya puasa sukses,terdapat 5 hal harus di perhatikan, yaitu:

1. Meluruskan niat

2. Puasa sesuai aturan hokum syariat

3. Makan & minum yang halalan toyyiban

4. Menjaga anggota tubuh dari maksiat

5. Memaksimalkan ibadah selama satu bulan

10 hari pertama Ramadhan adalah masa transisi dari bulan biasa, di bukakan pintu rahmat bagi hambanya yang bersabar dan ikhlas dalam melaksanakan ibadah puasa.

Selama Ramadhan, Isilah bulan ini dengan kegiatan yang positif (tadarus, i tikaf, berdo’a, zakat, infaq, sodaqoh, solat sunat dsb

Kitab Ihya Ulumuddin, Jilid 3 ; Hal : 93. (Bab latihan (Riyadoh) memecah syahwat batin)

اَذِيْبُواطَعَامَكُمْ بِالذِكْرِ وَالصَّلاَةِ وَلاَتَنَامُوا عَلَيْهِ فَتَقْسُوْا قُلُوْبَكُمْ .

Artinya: “ Cernalah makanan mu dengan zikir dan sholat. Janganlah kalian tidur setelah makan niscaya keras hati kalian.” HR. Ibnu Suni dari Aisyah ra.

Adalah sahabat Supyan Tsauri Ra, bila malam hari beliau banyak makan maka ia menghidupkan malam itu dengan solat dan zikir. Bila ia kenyang pada siang harinya maka beliau sambung lebih banyak solat dan zikkir.

Tujuan makan adalah agar tetap bertahan hidup dan kuat ibadah. Perut selalu kenyang menjadi berat untuk beribadah, sangat lapar pun membuat hati tak tenang, maka perlu seimbang.

Sebaik-baik urusan/perkara ialah pertengahan atau seimbang. ( Khairal umuur ausatuhaa ). HR. Baihaqi. 


Lainnya

Cookie Consent


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.

Terima & Lanjutkan

Perlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR